Kecerdasan Utsman bin Affan

by Darmawan

Suatu ketika, Madinah sedang dalam keadaan kekeringan. Tak ada sumber air, kecuali satu-satunya sumur yang dimiliki oleh seorang Yahudi. Rasulullah salallahu ‘alahi wassalam kemudian bertanya kepada sahabat, “siapakah diantara kalian yang mampu membeli sumur (milik seorang Yahudi) itu? Maka baginya surga.”

Beberapa saat menunggu, sahabat yang berkumpul pada saat itu tidak ada yang mengangkat tangan. Mungkin karena yang memiliki orang Yahudi banyak sahabat yang berpikir ulang untuk membeli sumur tersebut. Kemudian, di belakang sekumpulan sahabat ada salah seorang yang berdiri paling belakang mengangkat tangannya. Ya, dialah Utsman bin Affan. Salah satu sahabat Rasulullah salallahu ‘alaihi wassalam yang pemalu, dermawan,dan cerdas.

Rasulullah kemudian berpesan kepada Utsman bin Affan, “wahai Utsman, gunakanlah strategimu.” Karena sadar benar bahwa yang dihadapi adalah seorang Yahudi. Abu Bakar dan Umar bin khattab menemani Utsman untuk memenui Yahudi itu.

Bertemulah Utsman kepada Yahudi pemilik satu-satunya sumur di Madinah. Berkata Utsman,”Bolehkah saya membeli sumurmu?” Orang Yahudi menjawab,”apa kau sudah gila? Ini satu-satunya sumur di Madinah. Mana mungkin aku menjualnya.”

Teringat nasihat Rasulallah, gunakanlah strategimu Utsman. Kemudian Utsman menawarkan opsi kepada Yahudi tersebut. “Baiklah kalau begitu. Bagaimana jika saya membeli sumurmu tapi hanya setengah. Jadi hari ini milikku, hari esok milikmu. Begitupun seterusnya. Ditambah engkau akan mendapatkan uang cash dari saya. Bagaimana?” Si Yahudi berpikir ulang. Berharap memperoleh untung, si Yahudi akhirnya menyetujuinya. “Baiklah Utsman, saya setuju…” Akhirnya sumur tersebut dibeli Utsman setengah harga.

Setelah beberapa hari, umat muslim akhirnya mendapatkan sumber air. Hari ini milik Utsman yang dermawan memberikan air kepada umat muslim, walaupun esok harinya milik orang Yahudi. Namun ketika hari giliran orang Yahudi, tidak ada yang mau lagi membeli air dari sumur orang Yahudi tersebut. Ketika hari sumur punya Utsman, banyak orang yang mengantri karena Utsman merelakan sumur tersebut dengan ikhlas. Begitu seterusnya. Akhirnya orang Yahudi tersebut sadar bahwa lama-kelamaan ia bakal tekor juga. Dan setelah kejadian tersebut, sumur itu dibeli Utsman sepenuhnya dan menjadi milik umat muslim di Madinah.

About these ads